Pacarku Eri sms denganku katanya aku disuruh maen kesana ya udah
sehabis makan dan ganti baju aku langsung menstater motorku menuju ke
rumah pacarku, selang satu jam dalam perjalanan aku sudah sampai di
rumahnya kabetulan juga dia juga libur.
Kutunggu agak lama setelah memencet bel rumahnya, Eri membukakan
pintu depan rumahnya, “lho kok sepi, pada kemana ? tanyaku sambil masuk
ke rumahnya, “oh Mama lagi ke Pasar Baru, si adik sudah berangkat pagi
ke sekolah, ada PR” katanya.
“Duduk dulu ya, aku mau pake baju dulu nih, soalnya habis mandi
buru-buru ada bel bunyi dan aku yakin pasti kamu yang datang, jadinya
cuman sempet pake handuk sama kaos aja”.
“Pasti belum pake baju dalam ya ? tebakku sambil senyum.
“Ih dasar cowok, pikirannya yang ngeres-ngeres aja, ” tapi suka kan
…hi hi hi. Sambil berjalan ke kamarnya, aku lihat pinggul dan pantat
pacarku ini benar-benar aduhai, betisnya putih apalagi pahanya pasti
lebih ok dan yang paling memabukkan adalah buah dadanya yang ranum dan
montok, kaos ketatnya membungkus payudara indah tanpa bh itu dengan
sempurna, memperlhatkan lekukan dada wanita yang sempurna.
Kebayang waktu kenalan dulu, wih tangannya putih sekali dan mulusnya
ampun, banyak cowok yang suka sama dia, tapi namanya cinta nggak bisa
diboongin. “Sorry ya agak lama, nih kopi kesukaanmu mas “, aku agak
kaget juga “eh makasih ya” kataku sambil kaget dan agak konak lihat
pakaiannya,
Eri cuma make celana pendek tipis batik yogya dan kaos tipis ketat
coklat muda tanpa lengan dengan belahan kaos rendah yang memperlihatkan
belahan dadanya yang putih dan montok.
“Aku minum ya, wah masih panas sekali’ kataku sambil megangin mulutku yang kepanasan,
Eri ketawa ” makanya kira-kira ya kalau mau minum tiup dulu donk, mas”.
“Wah lihat nih, lidahku sampai merah gini, mesti diobatin nih kalau nggak bisa dioperasi “kataku.
“Aduh kacian, sini ibu guru lihat dulu” kata Eri sambil duduk
disampingku dan memegang mulutku, aku diam dan memperlihatan lidahku
yang kepanasan, sementara kuhirup wangi tubuhnya yang habis mandi, hmm.
Kudekatkan dudukku pada tubuh Eri, sambil tangannya melihat-lihat
lidahku,
Tanganku memeluk pinggulnya dari samping sambil kulirik belahan
dadanya yang putih, montok menantang dan menggairahkan itu. Sambil
kupeluk tubuhnya, kurasakan kehangatan tubuh dan payudaranya yang montok
membuat kontolku bangkit dan mulai membesar dengan cepat,
Hingga menyesakkan celana yang kupakai, “idih, kok sampai merah gini”
kata Eri, tiba-tiba mulutku dilumat olehnya dan tanpa menunggu lagi
sambil tetap kupeluk tubuhnya akaupun gantian memgulum, melumat dan
mencium bibir seksinya dengan penuh gairah,
Satu hal yang kusuka dari pacarku, meskipun dia orangnya pendiam
kalau urusan lumat melumat dia jadi sangat ahli sekali, dan lumatan
bibir seksinya sungguh sangat menggairahkan. Tiba-tiba Eri mengangkat
pantatnya dan duduk diatas pangkuanku,
Bongkahan pantatnya terasa sangat hangat kenyal dan menekan kontolku
yang sudah mengeras, “Ih adikku sudah berdiri, katanya sambil
menggoyangkan pantatnya diatas kontolku”.
Kulihat matanya sudah mulai nanar dan sedikit berair, pandangannya
mulai agak sayu, kemudian aku mulai beralih menciumi leher putihnya dan
sedikit jilatan dibelakang telinga,kelihatannya salah satu titik
rangsangnya ini sangat menggairahkan nafsu seks-nya,
Lebih kebawah lagi, kuraba dari luar bongkahan payudaranya sudah
sangat mengeras dan lebih membesar dari biasanya, pelan kuangkat kaosnya
dan sepasang penutup BH-nya, payudara yang putih dan montok itupun
menyembul dari dalam BH hitam yang dipakainya,
Sangat kontras sekali dengan dadanya yang sangat putih dan montok
itu. Kuciumi dengan rakus payudara montok itu dan kujilati dengan
lidahku, sampai akhirnya ke titik pusat dadanya, putting susunya yang
sudah tegak seperti penghapus pensil di ujung,
Kujilati putting susunya dan ternyata titik inipun sangat
mempengaruhi gairahnya, terlihat kedua tangannya dilepas dari pelukannya
dan tangannya memegang dan menarik rambut panjangnya kebelakang sambil
mulutnya mendesis seperti orang kepedasan.
Tiba-tiba tubuhnya menggelinjang kuat sekali dan memeluktubuhku erat
sekali sambil digoyang-goyangkan pantatnya diatas kontol tegakku dan
akupun terasa dikeliilingi daging nikmat, dari sepasang dadanya yang
montok dan ranum serta dibawah bongkahan pantatnya yang nggak kalah
montok dan padat.
Sejenak dia terdiam sambil tetap memelukku dan dia menggelendot manja
diatas pangkuanku, “Mas, kita kemarku yuk, takut di ruang tamu ada yang
masuk, lagian disana kan lebih leluasa, tapi aku minta digendong ya ..?
pintanya manja.
Sambil tangannya memelukku, akupun menggendong tubuhnya yang ramping
dan montok itu ke kamarnya yang lumayan jauh dari ruang tamu. Setelah
menaruh Eri diatas kasur, kuhampiri tape disamping tempat tidurnya dan
kusetel lagu Forever In Love-nya Kenny G yang sampai saat ini menjadi
lagu kenangan kami berdua.
Dalam ketegangan kontolku dan nafsu yang sudah naik, kuhampiri Eri,
Kucium lembut bibirnya dan seluruh wajahnya mulai dari keningnya, jidat,
matanya yang terpejam, hidung dan akhirnya kukecup dan akhirnya kulumat
bibir seksinya, tanganku tak tinggal diam mulai dari kaos dan BH-nya
kubuka perlahan dan celana dalam hitam kecilnya yang menutupi lembah dan
jembut halusnya,
Sambil terpejam Tangan Eri meraih kancing dan resluting celanaku dan
didapatinya kontolku yang sudah tegak berdiri, kubantu melepas baju yang
kukenakan sehingga kita berdua telanjang bulat dan hanya celana dalam
Eri yang masih dipakainya. Tiba-tiba tubuhku didorongnya, “berdiri dulu
sayang, katanya,
Akupun turun dari tempat tidur dan Eri pun duduk ditepi tempat tidur
dan sambil membelai kontolku yang sudah sangat tegang, ” Aku belum
pernah lihat titit lelaki dewasa, tetapi punyamu besar sekali mas,
sampai-sampai tanganku rasanya mantap sekali memegangnya, boleh aku
belai sayang,
“Tentu, belai ciumi dan manjakan kontol besar ini sayang, kataku.
Kontolku sebenarnya nggak terlalu besar ya kira-kira pernah kuukur pakai
penggaris panjangnya 15 cm dan bonggolnya sebesar pepsodent ukuran
jumbo, yah perfectable size-lah menurut ukuran pacarku.
Sejak pertama kali mengenal oral sex hingga hari ini, Eri menunjukkan
antusias yang sangat tinggi dengan kontolku, matanya sempat terbelalak
saat pertama melihat dan memegang kontolku yang sudah ereksi.
Apalagi saat pertama kali melakukan “karaoke”, istilahku jika ingin
di-oral-sex sama pacarku, cara memperlakukan kontolku benar-benar
istimewa, saat kutanya emangnya sudah pernah karaoke ya, pacarku marah
besar, bagaimana mungkin jawabnya, ciuman bibir aja baru dengan kamu ,
dan akupun teringat first kiss buatku dan buat dia benar-benar berkesan,
Habis sama-sama baru sekali itu sih. Sambil duduk dipingggir kasur
kubuka pahaku sehingga kontolku yang sudah ereksi terlihat menantang
seperti tugu monas, Eri jongkok dibawah sambil membelai perlahan
kontolku, jari jemarinya menari-nari sepanjang kontolku mengikuti
urat-uratnya yang menonjol sambil sesekali meremas dengan gemas,
Kulihat payudara Eri sangat menantang dan sesekali kuremas juga
susunya. Dari pangkal kontolku, dekat anus, tiba-tiba Eri menjulurkan
lidahnya dan menjilat-jilat bonggol kontolku, jilatan itu kemudian
berpindah keatas mengikuti batang kontolku,
Hingga akhirnya kepala kontolku dijilat dan disedot perlahan-lahan.
Kurasakan aliran darah mengalir keras disepanjang urat kontolku, dan
ketegangannya mungkin sudah mencapai 100%, kepalanya membesar seperti
helm tentara,
Warnanya kemerah-merahan dan berdenyut-denyut nikmat sekali. Sampai
akhirnya batang kontolku mulai dilumat dan dimasukkan ke dalam mulutnya,
perlahan-lahan hingga kurasakan menyentuh ujung tenggorokannya,
sementara masih tersisa sekitar 5 cm.
“Masukkan semuanya dong, pintaku, “Gimana mau masuk lagi, kontolmu
terlalu panjang buat mulutku, katanya sambil melepaskan kulumannya.
Akhirnya keluar masuk kontolku dimulutnya, wah rasanya nikmat sekali,
mungkin seperti ini rasanya bersenggama, pikirku,
Kami memang selama ini belum pernah melakukan persetubuhan hingga
memasukkan kontolku ke dalam vaginanya, yah hanya sekedar berbugil
sambil menjilat dan mengulum alat kelamin dan orgasme tanpa melakukan
senggama.
Suasana pagi yang sejuk, karena jendela kamar yang terbuka ditambah
alunan instrumen Kenny.G membuat kami sama-sama terbuai dan lupa dengan
segala sesuatunya. Sambil kujamah payudaranya, Eri kutarik dan
kurebahkan di atas tempat tidur, wajahnya benar-benar merangsang,
matanya berbinar,
Bibirnya memerah dan payudara sangat kencang dan memadat dengan
putting susu yang mengeras. Seperti diawal aku mulai menciumi wajah dan
bibirnya kemudian aku turun kebawah, kuciumi dan kujilati mulai dari
jari-jemarinya yang putih mulus hingga ke betis indahnya,
Sambil kubelai dan kusentuh paha mulusnya, tanpa terasa aku menyentuh
CD hitamnya dan perlahan kuturunkan dan kulepaskan, Eri diam dan hanya
mendesah-desah menahan kenikmatan itu. Sampai di pahanya kubelai dan
kuciumi paha mulusnya seinchi demi seinchi kelihatan sekali dia begitu
terangsang,
Sebelum sampai ke pangkal pahanya, aku naik dan mulai menjilati
dadanya. Payudara yang putih dan mulus itu kuremas sambil mulai kujilati
melingkar hingga sampai ke putingnya kujilati dan kusedot penuh nafsu,
Kulihat pinggul dan pantat Eri bergerak dan menggelinjang tak karuan
menahan kenikmatan jilatan, sedotan dan remasanku.
Kujilati kebawah lagi dan sampai ke perut Eri yang sangat mulus dan
akhirnya hingga ke bukit indah yang ditumbuhi rumput hitam yang halus
dan sangat kontras dengan kemulusan tubuhnya. Kusibakkan bulu-bulu halus
yang menutupi vagina pacarku, terlihat bibir vaginanya masih tertutup
rapat,namun terlihat disitu ada cairan disekelilingnya, ternyata dia
sudah mulai basah.
Kubuka sedikit dan terlihat kelentitnya berwarna merah jambu, kecil,
menonjol dan kelihatan membasah, kuraba perlahan, Eri melenguh keras dan
menggoyangkan dan mengangkat pantatnya, Kuraba perlahan dengan jari
telunjukku dan akhirnya mulai kujilati dengan ujung lidahku, kembali
terdengar erangan dan lenguhannya merasakan nikmat yang luar biasa.
“Mas, tolong aku sayang, masukkan kontol besarmu ke vaginaku, aku
sudah tak tahan lagi menahan kenikmatan ini, pintanya sambil setengah
menangis.
“jangan sayang, kita belum boleh melakukan ini, toh nanti kita juga
akan menikah, kataku masih sadar, meskipun aku jiga sudah tidak kuat
lagi menahan nafsuku.
“Biarlah mas, aku rela mmberikan perawanku untukmu sayang, aku sangat
mencintaimu dan aku takut kehilangan dirimu, kata Eri, sambil mulai
menarik kontolku ke arah vaginanya yang membasah. Kontolku yang sudah
agak menurun, mulai bangkit lagi begitu menyentuh bibir vagina Eri,
sangat tegang dan begitu membesar.
Dengan masih deg degan akhirnya sedikit demi sedikit kumasukkan
batang kontolku ke dalam vaginanya, saat kucoba menyelipkan kepala
kontolku ke mulut vaginanya rasanya peret dan sulit sekali, kulihat Eri
sedikit meringis dan membuka mulutnya dan sedikit menjerit, “aaah” ,
Namun akhirnya kepala kontolku sudah mulai masuk dan mulai kurasakan
kehangat vaginya, perlahan kumasukkan seinchi demi seinchi, pada
centimeter ke 3 menuju ke 4, Eri tiba-tiba berteriak dan menjerit,
“Aduh mas sakit sekali, katanya, seperti ada yang menusuk dan
nyerinya sampai ke perut”, katanya. “Aku cabut aja ya ?” ” Jangan,
biarkan dulu kutahan rasa sakit ini, aku yang sudah merasa kenikmatan
yang luar biasa dan sedikit demi sedikit mulai kumasukkan lagi batang
kontolku.
Kulihat Eri meneteskan air mata, namun tiba-tiba dia menggoyangkan
pantatnya dan tentunya akhirnya kontolku hampir seluruhnya masuk,
kenikmatan yang belum pernah kurasakan, kontolku serasa digigit bibir
yang kenyal, hangat, agak lembab dan nikmat sekali.
Akhirnya kamipun mulai menikmati hubungan badan ini, ” mas rasa
sakitnya sudah agak berkurang, sekarang keluar masukkan kontolmu mas,
rasanya nikmat sekali. Perlahan aku mulai mengayun batang kontolku
keluar masuk ke vagina Eri,
Kulihat tangannya diangkat dan memegang erat-erat kepalanya dan
akhirnya menarik sprei tempat tidurnya, sementara pahanya dia kangkangin
lebar-lebar dan mencari-cari pinggulku, hingga akhirnya kakinya
melingkar di pantatku dan seolah meminta kontolku untuk dimasukkan
dalam-dalam ke vaginanya.
Beberapa kali ayunan, akhirnya aku agak yakin dia sudah tidak begitu
merasakan sakit di vaginanya, dan kupercepat ayuhan kontolku di
vaginanya. Eri berteriak-teriak dan tiba merapatkan jepitan kakinya di
pantatku,
Kepala menggeleng-geleng dan tangannya menarik kuat-kuat sprei tempat
tidurnya, mungkin dia mau orgasme, pikirku. Tiba-tiba tangannya
memelukku erat-erat dan kakinya makin merapatkan jepitannya di pantatku,
Kurasakan payudara besarnya tergencet dadaku, rasanya hangat dan
kenyal sekali, aku diam sejenak dan kubenamkan kontolku seluruhnya di
dalam vaginanya. ” Oh, mmmas aku keluar…. Ahhhhhhhhhhhhh
….ahhhhhhhhhhhhh…. ahhhhhhhhhhh,
Aku merasakan nikmat yang amat sangat, kontolku berdenyut-denyut,
rasanya aliran darah mengalir kencang di kontolku, dan aku yakin
kontolku sangat tegang sekali dan begitu membesar di dalam vagina Eri,
sepertimya aku juga akan mengeluarkan air kejantananku.
Kubuka sedikit jepitan kaki Eri dipantatku, sambil kubuka lebar-lebar
paha Eri, kulihat ada cairan kental berwarna kemerah-merahan dari
vagina Eri, kontolku rasanya licin sekali dialiri cairan itu, dan
akhirnya dengan cepat aku kayuh kontolku keluar masuk dari vagina Eri,
nikmat sekali rasanya.
Ada mungkin delapan sampai sembilan kayuhan kontolku di vagina Eri,
tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yang akan meledak dari dalam kontolku
dan akhirnya …. Crooot …croooot ….crooot …crooot. Kontolku yang sudah
kucabut dari dalam vagina Eri,
Kudaratkan di atas perut mulusnya dan semburan air kejantananku
muncrat sampai ke rambut, pipi,sebagian mulutnya, payudara dan diatas
perut Eri, kuurut-urut batang kontolku dan tetesan air maniku berjatuhan
di atas jembut halus kekasihku.
Aku merebahkan diri disamping tubuh mulus Eri, kupeluk dia sambil
kubelai rambutnya, Eri terpejam, diam dan tiba-tiba dari ujung kedua
belah matanya yang terpejam menetes air mata. Kuseka air matanya dan
kupeluk dia erat-erat, dan dia memelukku juga,
” Mas, hari ini aku sudah persembahkan kesucianku untukmu, sesuatu
yang berharga yang kumiliki telah kuberikan padamu, aku nggak mau
kehilangan dirimu dan tak akan kulupakan seumur hidupku peristiwa indah
hari ini … Aku sangat mencintaimu mas”.
Eri bangun dari rebahannya, mengambil saputangan dan membersihkan
bercak dari sela-sela vaginya yang telah bercampur dengan cairan
kenikmatannya, saputangan biru itu berbercak merah, memenuhi hampir
setengah lembar saputangan biru itu.
“Saputangan ini akan kusimpan selamanya, sebagai tanda buat cinta
kita, mas” Aku terdiam, kemudian kubelai rambut indahnya, kukecup
keningnya dan kukatakan, ” Hari ini 14 November 1994, aku telah kau
berikan sesuatu yang berharga darimu, keperawananmu membuktikan cinta
sucimu, aku juga sangat mencintaimu, kuambil keperawananmu dengan
keperjakaanku, dan tak kan kulupakan hari ini selama hidupku”.
Dalam keadaan sama-sama bugil, kupeluk tubuh Eri, kehangatan tubuhnya
mengalir ke setiap pori-pori dan diapun meraskan hal yang sama, ” tahun
depan aku sudah lulus, selanjutnya aku akan melamarmu dan kita akan
menikmati cinta kita selamanya, aku mencintaimu Eri”.
” Mas, aku bangga memilikimu, lelaki sepertimu yang memang aku
idamkan selama ini”. Keringat yang mengalir di badanku diseka Eri dengan
handuk dan dia membersihkan kontolku dengan handuk basah, akupun jadi
terangsang lagi,
” Ih, si Adik kok bangun lagi, kamu benar-benar perkasa mas”, aku
tersenyum, sebenarnya aku masih ingin melakukan sekali lagi tapi jam
sudah menunjukkan jam 11.30, aku takut kalau tiba-tiba mamanya pulang.
Kugandeng tangan Eri dan membawanya ke kamar mandi dan dibawah guyuran
shower kamar mandinya kita mandi bersama,
Saling menyabuni dan bercanda bersama, Kontolku menjadi tegang saat
mandi dan Eri sempat memasturbasi kontolku yang sudah tegang dengan busa
sabun, tangannya yang halus sangat lincah mengocok batang kontolku,
Sekitar lima menitan air maniku sempat keluar lagi dan muncrat sampai
ke atas seperti air mancur, Eri tertawa puas, menciumiku dan
melanjutkan mandi sampai selesai. Selesai mengeringkan badan, rambutku
dikeringkan Eri dengan hairdryernya, kupakai bajuku dan kitapun kembali
ngobrol di ruang tamunya, ngopi, ngobrol dan bercanda sambil bermesraan
menikmati hari indah itu.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar