kali ini aku akan bercerita mengenai nikmatnya diperkosa oleh teman
suamiku yang ganteng dan gagah. Aku berasal dari kota Subang.
Pendidikanku cukup baik, aku selalu berhasil dengan baik dalam tiap
pelajaran, bahkan aku dapat lulus dari perguruan tinggi dengan IP yang
sangat memuaskan. Tetapi itu semua tidak menjamin kebahagiaan, aku
dididik dengan pendidikan yang kolot, serius, sehingga aku cenderung
menjadi orang yang kuper dan pendiam. Namun itu tidak menyulitkanku
dalam hal perjodohan, karena banyak orang mengatakan bahwa aku cantik,
dan memiliki mata yang indah, aku tidak terlalu memahami apa yang mereka
katakan, namun kebanyakan pria yang mendekatiku mengatakan hal serupa.
Karena itulah di usia yang relatif muda, 24 tahun aku berhasil
menemukan jodoh yang baik, dia cukup kaya dan pengertian walaupun
usianya jauh lebih tua dari aku, 31 tahun, maklum karena aku selama ini
dibesarkan dengan didikan orang tua yang otoriter sehingga suamiku juga
cukup selektif karena Mama hanya memperbolehkan orang yang qualified
menurutnya untuk apel ke rumahku, bila pria yang apel ke rumahku
berkesan norak dan hanya membawa kendaraan roda dua, jangan harap Mama
akan mengijinkannya untuk berkunjung lagi.
Selama beberapa tahun, hubungan kami baik-baik saja, kami dikaruniai
dua orang anak, dan kami sangat berkecukupan di bidang materi. Namun
kadang-kadang tidak semuanya berjalan lancar, ternyata suamiku tidak
bisa lagi memberi nafkah batin kepadaku, ternyata dia mengalami problem
impotensi, karena over working. Tetapi alku tetap mencintainya karena
dia jauh dari perselingkuhan dan dia sangat perhatian kepadaku.
Walaupun dia sudah tidak dapat lagi memberiku kepuasan, namun aku
tetap menahan diri dan mencoba untuk tidak berselingkuh. Semuanya
berjalan dengan baik sampai akhirnya datang Boni. Dia adalah rekan
bisnis suamiku sejak lama, namun aku baru sekian lama dapat berjumpa
dengannya, dia seusia suamiku, menurutnya dia dan suamiku berpartner
sejak mulai bekerja, kami kemudian menjadi dekat karena dia orangnya
humoris.
Dasar laki-laki tampaknya dia cukup tanggap dengan keadaan suamiku
yang tidak mampu lagi memuaskan diriku sehingga akhirnya dia akan
membawaku ke jurang kehancuran, aku dapat merasakan matanya yang jalang
bila melihatku, terus terang saja aku merasa risih namun ada sensasi
birahi dalam diriku bila dipandang seperti itu, aku tidak tahu mengapa,
mungkin karena aku tidak pernah mendapat perlakuan seperti itu, walaupun
ketika masih mojang aku mempunyai banyak kenalan pria.
Suatu saat dia menelepon dari hotel, dia menyuruh menjemput suamiku
yang katanya minum-minum sampai mabuk, aku ingat waktu itu masih pagi
betul, memang suamiku kadang lembur sampai malam sekali, sehingga aku
tidak tahu kapan dia pulang. Betapa bodohnya aku, aku menyadari suamiku
tidak pernah minum alkohol, entah mengapa ajakan Boni seperti hipnotis
sehingga aku tidak curiga sama sekali.
Akhirnya aku sampai di hotel GS tempat Boni menginap, aku memasuki
kamarnya dan dengan muka tak berdosa dia memaksaku untuk masuk, tanpa
curiga aku cepat-cepat masuk dan mencari suamiku, namun ketika aku sadar
dia tidak ada tiba-tiba mulutku dibekap dari belakang, napasku sesak
sampai aku pingsan, entah apa yang terjadi selanjutnya, aku merasa ada
kegelian di dadaku, seseorang mengelus-elus dan meremas-remas bagian
dadaku.gairahsex.com Pelan-pelan aku terbangun, kulihat Boni sedang
memainkan payudaraku. Oh, betapa terkejutnya aku, apalagi mendapati
diriku terebah di tempat tidur dengan hanya baju atasan yang sudah
terbuka dan BH-ku yang sudah dibuka paksa. Aku menyuruhnya melepaskanku
kudorong dorong badannya tetapi dia tak bergeming.
Dia memegangi kedua tanganku dan menekuk kedua lenganku dan
menaruhnya di samping kepalaku, sehingga aku praktis tidak bisa apa-apa,
genggamannya terlalu kuat, dia tertawa kecil dan menciumi kedua puting
payudaraku, aku menolak tapi entah kenapa aku merasa risih birahi.
Kemudian dia memasukkan penisnya ke bagian kemaluanku, aku
meringis-ringis dan berteriak, rasanya sakit sekali.
Tetapi aku sepertinya justru menginginkannya, di tengah pergumulan
itu aku menyadari bahwa penis suamiku sebenarnya terlalu kecil, aku
pelan-pelan merasakan kenikmatan, dasar lelaki tampaknya Boni sangat
pintar mengambil kesimpulan, aku pasrah pada kemauannya, ketika dia
membalikkan badanku sampai seperti merangkak, dia sangat agresif, tetapi
aku dapat mengimbanginya karena sudah lama aku tidak merasakan ini. Dia
kembali menusukkan penisnya di kemaluanku dan meremas-remas payudaraku.
Ahh, memang aku merasakan kenikmatan yang luar biasa yang bahkan
suamiku sendiri tidak pernah memberikannya. Kemudian merasa tidak puas
dengan baju bagian atasku yang masih menempel, dia melepaskannya, sambil
kemudian membuat posisiku seperti duduk dipangku olehnya.
Seperti kesetanan aku secara otomatis mengikuti irama kemauannya,
ketika kedua tangannya memegang perutku dan menggerakkannya naik turun
aku secara otomatis mempercepat dan memperlambat gerakanku secara
teratur, dia tersenyum penuh kemenangan, merasa dia telah membuat
ramalan yang jitu. Kurasakan dia kembali meremas-remas dadaku ketika dia
merasa aku dapat mengambil inisiatif.gairahsex.com Sungguh seperti
binatang saja aku, melakukan hal semacam itu di pagi hari, di mana
seharusnya aku ada di rumah mempersiapkan sarapan dan mengurus
anak-anakku. Sempat kurasakan tiada selembar benangpun menempel di
tubuhku kecuali celana jinsku di sebelah kanan yang belum terlepas
seluruhnya, tampaknya Boni tidak sempat melepasnya karena terlalu
terburu nafsu.
Akhirnya dia menyuruhku mengambil posisi telentang lagi dan dia
mengangkat dua kakiku direntangkannya kedua kakiku ke arah wajahnya dan
dia mulai memainkan penisnya lagi, dan kurasa dia sangat menaruh hati
kepada payudaraku, karena kemudian dia mengomentari payudaraku,
menurutnya keduanya indah bagaikan mangkuk. Hmm, aku sungguh
menikmatinya karena suamiku sendiri tidak pernah memberi perlakuan
spesial pada kedua payudaraku ini, paling dia hanya meremas-remasnya.
Tetapi apa yang dilakukan Boni benar-benar sungguh mengejutkan dan
memuaskan diriku, dia menghisap putingku dan memainkannya seperti dot
bayi. Hanya sebentar rasanya aku mengalami orgasme, aku merasa lelah
sekali dan kehabisan nafas sampai akhirnya dia juga sampai ke
situ.Gairahsex
Setelah itu aku merasa sangat marah dan menyesal kudorong Boni yang
masih mencoba mencumbuku, kumaki dia habis-habisan. Tampaknya dia juga
menyesal, dia tidak dapat berkata apa-apa. Boni kemudian hanya duduk
saja sementara aku sambil menangis memakai kembali seluruh pakaianku.
Aku mencoba menenangkan diri, sampai kemudian Boni mengancamku untuk
tidak mengatakan hal ini kepada suamiku, dia kembali menekankan bahwa
bisnis suamiku ada di tangannya karena dia adalah pembeli mayoritas
sarang burung walet suamiku. Aku membenarkannya karena suamiku pernah
berkata bahwa Boni adalah koneksinya yang paling penting. Aku bingung
olehnya, baru-baru ini ketika dia pulang ke kotaku, dia kembali
memaksaku melakukan lagi hal serupa, bahkan dia pernah berkata bahwa
suamiku sudah menyerahkan diriku padanya karena dia merasa tidak mampu
lagi memuaskan diriku.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar